Senin, 07 Oktober 2013

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI


1.Pengertian informasi
Menurut pendapatnya davis dalam fatta, 2007 mengatakan informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. lalu leod  mengatakan informasi ialah adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. Dan sedangkan goal, 2008 mengatakan informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.


2)  Bagaimana pengertian informasi sehingga dapat berinteraksi dengan sistem?

Sebelum kita tahu,kita harus tau dulu apa itu sistem. Di katakan oleh Mudrick dan Ross, dalam fatta,2007 sistem ialah .Sistem seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Sedangkan pendapat nya fatta, 2007 dalam kamus weber sistem adalah elmen-elmen yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan.
Pembahasan di atas sudah dijelaskan informasi adalah mengatakan informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Sistem dapat dikaitkan dengan informasi karena sitem sendiri itu merupakan seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama
Dapat disimpulkan untuk mendapatkan adanya informasi yang kita inginkan  di perlukan adanya sistem agar bisa mendapatkan informasi yang dituju .begitu pun juga sebaliknya.

3) Pengertian Sistem Informasi Psikologi

Sebelum kita tau apa itu sitem informasi psikologi, kita uraikan dulu sistem, informasi dan psikologi. Menurut Mudrick dan Ross, dalam fatta, 2007 Sistem adalah seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Lalu informasi sendiri itu data yang telah diproses,atau data yang memiliki arti, Mc Leod,dalam fatta ,2007. Sedangkan psikologi sendiri adalah adalah sebuah displin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal (dalam Wade dan Travis, 2008).
Di simpulkan sistem informasi psikologi adalah seperangkat elmen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan yang telah diperoses serta memiliki arti untuk mempelajari perilaku dan berbagai proses mental serta bagaimana perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal

Bagaimana penggunaan sistem informasi dalam psikologi ?
Dalam ilmu psikologi, psikologi dapat di aplikasikan dengan ilmu ilmu lainnya seperti ilmu psikologi dengan ilmu sosial. Salah satunya dengan sistem informasi yang mengaplikasikan ilmunya dengan psikologi, menjadi sistem informasi psikologi.
Salah satunya HRD mereka dapat mudah dalam mengerjakan tugasnya.untuk menyeleksi karyawannya .

Contoh kasus :
Dijaman sekarang dengan menggunakan komputer sebuah perusahaan tidak perlu repot-repot lagi untuk menyeleksi karyawan nya lagi yang ingin masuk ke dalam sebuah perusahaannya.  Ini sangat memudahkan HRD untuk bekerja  dengan cepat . Dan dengan adanya komputer  tes-tes  psikologi  bisa mudah dijalankan dengan cepat tanpa harus membuang waktu yang banyak.
Contoh lain dengan sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar di situs jejaring sosial. Hal ini merupakan sebagian contoh penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi saat ini. Dimana, ilmu psikologi juga berkembang berkat adanya dari ilmu komputer.

Analisis dari kasus :
Berdasarkan analisis kasus diatas dapatlah kita ketahui apa itu sistem informasi psikologi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya sistem informasi memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang untuk mendapatkan berbagai informasi yang inginkan .Sistem informasi psikologi ini telah banyak digunakan sebagai penunjang kegiatan psikologi. Serta dapat sangat mempermudah pekerjaan seseorang menjadi lebih ringan. Seorang HRD lebih bisa menyingkat waktunya dalam bekerja dan pekerjaan dalam menyeleksi karyawannya lebih cepat. Serta dengan sistem konseling online seseorang juga bisa menggunakannya tanpa harus berkonseling bertatap muka.

Sumber :
-fatta, h. a. (2007). analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan oraganisasi modern. Yogyakarta: stmik amikom.
-goal, j. l. (2008). sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi . grasindo.
- http://www.psikologizone.com/pengertian-ilmu-psikologi/0651110.
- Wade, C., & Tavris, C. (2008). Psikologi edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga

Jumat, 15 Maret 2013

tugas psikoterapi



 hai semua sekarang tugas saya akan sedikit ngejelasin apa itu psikoterapi :)

1.Apa itu psikoterapi ?
Psikoterapi lahir pada pertengahan dan akhir yang lalu,secara etimologis mempunyai arti sederhana yakni “psyche” yang artinya jelas yaitu mind “atau sederhana nya jiwa dan “theraphy “ dari bahasa yunani yang berarti “merawat “ atau mengasuh sehingga  psikoterapi dalam arti sempitnya perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang

Menurut corsini 1989 mengatakan  psikoterapi merupakan proses formal dari interkasi anatara 2 pihak ,setiap pihak biasanya terdiri dari  dua orang atau lebih pada setiap pihak ,dengan tujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress) pada salah satu dari dari ke 2pihak karena ketidakmampuan atau malafungsi pada salah satu dari bidang-bidang berikut : fungsi kognitif (kelainan pada fungsi berfikir ),fungsi  afektif  (penderitaan atau kehidupan emosi yang tidak menyenangkan )atau fungsi perilaku (ketidaktepatan perilaku ).dengan  terapis yang memiliki teori tentang asal usul kepribadiab ,perkembangan ,mempertahankan dan mengubah bersama –sama dengan beberapa metode perwatan yang mempunyai dasar teori dan profesinya di akui resmi untuk bertindak sebagai terapis.

Menurut Watson dan morse 1997 ,psikoterapi di rumuskan sebagai bentuk khusus dari interkasi antara dua orang ,pasien da terapis pada mana pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologik dan terapis menyusun interkasi dengan mempergunakan dasar psikologik untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah pikiran ,perasaan dan tindakannya.

2.apa tujuan dari psikoterapi ?

Nah sekarang ada tujuan dari psikoterapi menurut Ivey, dkk (1987) dan Corey (1991)

Tujuan umum suatu  aktifitas psikoterapi adalah untuk melakukan perubahan positif terhadap klien atas gangguan yang dialaminya. Tujuan psikoterapi dari berbagai pendekatan, menurut Ivey, dkk (1987) dan Corey (1991)
  1. Piskoterapi Psikodinamika menurut Ivey membuat suatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Merekonstruksi kepribadian terhadap kejadian masa lalu dan menyusun kepribadian yang baru melalui konflik.
  2. Psikoterapi Rogerian menurut Corey klien dapat mengekplorasi diri dengan stimulus rasa aman dan bebas sehingga ia bisa mengenali hal-hal yang mencegah pertumbuhannya dan mengalami aspek-aspek pada dirinya yang sebelumnya terhambat
  3. Eksistensialis Humanistic menurut  Corey adalah membantu seseorang untuk mengetahui kebebasannya dan menyadari kemungkinan-kemungkinan yang dimiliki untuk merangsang mereka terhadap kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka sebelumnya.
  4. Behavioristik menurut Ivey upaya untuk menghilangkan kesalahan dalam berperilaku dan menggantinya dengan perilaku yang lebih sesuai.
  5. Gestalt menurut Ivey bertujuan agar seseorang lebih menyadari kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
6.            Terapi Realitas menurut Corey membantu  seseorang agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhannya serta mampu untuk menilai apa yang sedang dilakukan dan memeriksa seberapa jauh tindakannya berhasil

3.jelaskan unsur psikoterapi ?
 
unsur- unsur psikoterapi  Eksistensial Psychotherapies Eksistensialis  mencari makna eksistensi manusia, dan menekankan pilihan dan individualitas (sebagai lawan dari gagasan bahwa perilaku kita ditentukan dalam beberapa cara mekanistik).
Martin Heidegger (1889-1976) biasanya disebut sebagai tokoh filsafat eksistensial modern. Dalam pandangan Heidegger, eksistensi manusia adalah proses, terus berkembang untuk setiap individu. Tidak statis, tapi selalu menjadi sesuatu yang berbeda (Hergenhahn, 1992).
Unsur-unsur filsafat eksistensial terlihat dalam bentuk psikoterapi yang dikembangkan oleh Ludrvig Binswanger dan lain-lain Psikoterapis eksistensial fokus pada tema penting dari kehidupan dan masalah klien, tetapi penekanannya adalah pada kualitas hubungan terapeutik itu sendiri sebagai agen penting dari perubahan.
Tugas psikoterapi eksistensial adalah menantang klien untuk memeriksa kehidupan mereka dan mempertimbangkan bagaimana kebebasan mereka terganggu. Yang membantu mereka untuk menghilangkan hambatan, meningkatkan rasa pilihan mereka, dan mengerahkan keinginan mereka. Psikoterapi eksistensial berusaha untuk memahami makna yang unik dari sudut pandang pengalaman klien yang subjektif dari dalam diri individu atau dunia saat fenomenologisnya. Hubungan kolaboratif antara klien dan terapis adalah penyembuhan dalam dirinya sendiri, dan tidak bergantung konseptual pada "repair model" (Walsh & McElwain.2002, p.272).

4.perbedaan psikoterapi dengan konseling ?

Apa itu perdedaannya saya akan jelaskan apa itu psikoterapi dulu :

psikoterapi di rumuskan sebagai bentuk khusus dari interkasi antara dua orang ,pasien da terapis pada mana pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologik dan terapis menyusun interkasi dengan mempergunakan dasar psikologik untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah pikiran ,perasaan dan tindakannya.
Sedangkan

Konseling adalah suatu profesi, artinya yang dapat melakukan konseling adalahorang mendapat pendidikan untuk melakukan konseling dan melalui proses sertifikasi dan yang mendapatkan lisensi untuk melakukan konseling.

Perbedaannya :

Psikoterapi dengan konseling adalah sebagai berikut :

A.Psikoterapi : lebih intensif , Kuratif / reapartif, Fokus ,remedial, Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi, Jumlah intervensi banyak, reconstructive, Penekanan “disfungsi” / masalah berat dan Long term

B.sedangkan Konseling : Kurang  intensif, preventif, Fokus : edukasi, vocational, perkembangan, Setting : sekolah, industri, social work, Jumlah intervensi kurang, supportive, Penekanan “normal / masalah ringan dan Short term

5.Apa itu psikoterapi dengan mental illness?? 

Penyakit mental mengacu pada berbagai kondisi kesehatan mental - gangguan yang mempengaruhi suasana hati pikiran dan perilaku. Contoh : penyakit mental termasuk depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia,
 Banyak orang memiliki masalah kesehatan mental dari waktu ke waktu. Tapi perhatian kesehatan mental menjadi penyakit mental ketika tanda-tanda dan gejala yang sedang berlangsung menyebabkan stres sering dan mempengaruhi kemampuan Anda untuk berfungsi. Sebuah penyakit mental dapat membuat sengsara dan dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti di tempat kerja.terdapat  dalam kebanyakan kasus, gejala penyakit mental dapat dikelola dengan kombinasi obat dan konseling (psikoterapi).

 6.selajutnya ada bentuk terapi ?

1.Teknik Terapi Psikoanalisa Bahwa di dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik ini mempunyai pengaruh kuat pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan. Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psiko-analisis Freud. Menurutnya, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, chatarsis, asosiasi bebas, dan analisa mimpi. Teknik freud ini selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.
2. Teknik Terapi Perilaku Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu, antara lain desensitisasi, sistematik, flooding, penguatan sistematis, pemodelan, pengulangan perilaku yang pantas dan regulasi diri perilaku.
3. Teknik Terapi Kognitif Perilaku Teknik modifikasi perilaku individu dan mengubah keyakinan maladatif. Terapis membantu individu mengganti interpretasi yang irasional terhadap suatu peristiwa dengan interpretasi yang lebih realistik.
4. Tenik Terapi Humanistik Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesunguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal (client-centered-therapy). Gangguan psikologis diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau orang lain.
 5. Teknik Terapi Eklektik atau Integratif Yaitu memilih teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu. Terapis mengkhususkan diri dalam masalah spesifik, seperti alkoholisme, disfungsi seksual, dan depresi.
6. Teknik Terapi Kelompok dan Keluarga Terapi kelompok adalah teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedang terapi keluarga adalah bentuk terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau hubungan arang tua-anak, untuk mempelajari cara yang lebih efektif, untuk berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.
Sekian yang saya tulis J

Prof.Dr.Singgih ,D.Gunarsa,Konseling dan Paikoterapi 2004,Jakarta .PT BPK.Gunung ,Mulia.

Rabu, 03 Oktober 2012

psikologi lintas budaya


 1.apa si itu lisntas budaya ?

berikut ini ada beberapa penjelasan tentang lintas budaya menurut para tokoh  ?

-segall ,dasen , dan poortinga (1990,psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya ,sekaligus menghitungkan cara perilaku itu di bentuk dan di pengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya .

-psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok mengenai persoalan yang bersumber dari 2 budaya atau lebih ,dengan menggunakan metode evikualen ,untuk menentukan batas batas yang menjadi pijakan teori psikologi umum dan jelas modifikasi teori yang psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang di perlukan agar menjadi universal (triandis ,malpass&davidson ,1972,hal 1)

jadi penelitian lintas budaya di sini dapat di simpulkan mengenai perilaku mengenai kelekatan,merupakan salah satu topik ,khususnya dalam bidang psikologi perkembangan atau psikologi lintas budayaa

2.psikologi lintas budaya juga memiliki tujuan
tujuan nya adalah psikologi lintas budaya mencari persaamaan dan perbedaan dalam fungsi fungsi individul secara psikologis ,dalam berbagai budaya dan kelompok etnik .


3.hubungan lintas budaya dengan ilmu lain ?

Psikologi lintas budaya sama seperti dengan psikologi budaya ini mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia, Namun psikologi lintas budaya tidak hanya mempelajari faktor budaya dengan perilaku factor antar budaya atau perbedaan budaya yang mempengaruhi perilaku manusia

Lalu bagaimana hubungannya dengan Psikologi Lintas budaya dengan psikologi sosial

-Psikologi social mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya, Psikologi lintas budaya juga sama mempelajari individu dengan masyarakat selain itu juga mempelajari individu dengan antar masyarakat yang berbeda.
Lalu bagaimana hubungannya dengan Psikologi Lintas budaya dengan atropologi

-Antropologi ada banyak pertanyaan yang lebih abstrak sering di tangani oleh psikolog, seperti konsepsi budaya intelijen
Ruang lingkup antropologi sama dengan pengkajian secara psikologi lintas budaya ( cross cultural ) mengenai kepribadian dan system social budaya. Meliputi masalah – masalah sebagai berikut:
a) Hubungan struktur social dan nilai – nilai budaya dengan pola pengasuhan anak pada umumnya.
b)Hubungan antara struktur kepribadian rata dengan system peran ( role system ) dan aspek proyeksi dari kebudayaan .

4.etnosentrisme  secara formal didefinisikan sebagai pandangan bahwa kelompok atau budaya sendiri adalah pusat segalanya dan budaya lain akan selalu di bandingkan dan di nilai sesuai dengan standar budaya sendiri .etnosentrisme membuat kebudayaan diri sebagai patokan dalam mengukur baik buruknya ,atau ganjilnya kebudayaan lain.

5. Persamaan dan perbedaan antara budaya dalam hal transmisi budaya melalui  enkulturasi dan Sosialisasi.
     Berbagai peranan harus dipelajari oleh anak (individu anggota masyarakat) melalui proses sosialisasi,dan ada juga  kebudayaan perlu dipelajarinya melalui enkulturasi. Jika anak tidak mengalami sosialisasi atau enkulturasi, maka ia tidak akan dapat berinteraksi sosial, ia tidak akan dapat melakukan tindakan sosial sesuai status dan peranannya serta kebudayaan masyarakatnya.

Sedangkan ada yang namanya ekulturasi
      
enkulturasi adalah suatu proses dimana individu belajar cara berpikir, cara bertindak, dan merasa yang mencerminkan kebudayaan masyarakatnya. Herkovits menyatakan bahwa sosialisasi menunjukkan proses pengintegrasian individu ke dalam sebuah kelompok sosial, sedangkan enkulturasi adalah proses perolehan kompetensi budaya untuk hidup sebagai anggota kelompok

6.Persamaan dan perbedaan antar budaya Melalui Perkembangan Moral
Perkembangan sosial hampir dapat dipastikan merupakan perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial. Seorang siswa hanya akan berperilaku sosial tertentu secara memadahi apabila menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan untuk menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan.
proses perkembangan sosial dan moral selalu berkaitan dengan proses belajar. Konsekuensinya, kualitas hasil perkembangan sosial sangat bergantung pada kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial), baik dilingkungan sekolah, keluarga, maupun di lingkungan masyarakat. Hal ini bermakna bahwa proses belajar sangat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilaku sosial yang selaras dengan norma moral, agama, moral tradisi, moral hukum, dan norma moral yang berlaku dalam masyarakat.

-Tokoh yang membahas mengenai moral yaitu Kohlberg (Orang kultur Barat yang terdidik, elit, berkulit putih, dan pria) memandang otonomi dan keadilan individu sebagai nilai moral yang utama. Ia bahkan menyamakan moralitas dengan keadilan (dengan mengabaikan nilai moral lain seperti keberanian, pengendalian-diri, empati, dll

. jadi Kesimpulan, pemahaman moral lebih dibentuk oleh nilai dan keyakinan dalam sebuah budaya.
   
7.Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal konfromitas, kompliance, dan obedience
Berikut pengertian konformitas , kompliance, dan obedience
     
Conformity adalah proses dimana seseorang mengubah perilakunya untuk menyesuaikan dengan aturan kelompok.

Compliance adalah konformitas yang dilakukan secara terbuka sehingga terlihat oleh umum, walaupun hatinya tidak setuju. Kepatuhan atau obedience merupakan salah satu bentuk ketundukan yang muncul ketika orang mengikuti suatu perintah langsung, biasanya dari seseorang dengan suatu posisi otoritas.
     
Untuk membandingkan bagaimana conformity, compliance, dan obedience secara lintas budaya, maka telah itu harus memusatkan perhatian pada nilai konformitas dan kepatuhan itu sebagai konstruk sosial yang berakar pada budaya. Dalam budaya kolektif, konformitas dan kepatuhan tidak hanya dipandang “baik” tetapi sangat diperlukan untuk dapat berfungsi secara baik dalam kelompoknya, dan untuk dapat berhasil menjalin hubungan interpersonal dan mendapat penilaian atau kesan positif.
 
8.Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal nilai-nilai
lintas budaya mengenai nilai-nilai baik kemasyarakatan maupun perseorangan tergolong baru nilai merupakan gambaran yang dipegang oleh perseorangan atau secara kolektif oleh anggota kelompok, yang mana dapat diinginkan dan mempengaruhi baik pemaknaan dan tujuan tindakan diantara pilihan-pilihan yang ada.

Dalam Psikologi Lintas Budaya nilai dimasukkan sebagai salah satu aspek dari budaya atau masyarakat. Nilai muncul menjadi ciri khas yang cenderung menetap pada seseorang dan masyarakat dan karenanya penerimaan nilai berpengaruh pada sifat kerpibadian dan karakter budaya.

 
8.Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal nilai-nilai
lintas budaya mengenai nilai-nilai baik kemasyarakatan maupun perseorangan tergolong baru nilai merupakan gambaran yang dipegang oleh perseorangan atau secara kolektif oleh anggota kelompok, yang mana dapat diinginkan dan mempengaruhi baik pemaknaan dan tujuan tindakan diantara pilihan-pilihan yang ada.
Dalam Psikologi Lintas Budaya nilai dimasukkan sebagai salah satu aspek dari budaya atau masyarakat. Nilai muncul menjadi ciri khas yang cenderung menetap pada seseorang dan masyarakat dan karenanya penerimaan nilai berpengaruh pada sifat kerpibadian dan karakter budaya.

9..Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal Prilaku Gender
Gender merupakan kajian tentang tingkah laku dan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan Perbedaan pola sosialisasi ini juga berkaitan dengan beberapa faktor budaya dan faktor ekologi.  
Gender merupakan hasil konstruksi yang berkembang selama masa anak-anak sebagaimana mereka disosialisasikan dalam lingkungan mereka.terdapat  perbedaan reproduksi dan biologis mengarahkan pada pembagian kerja yang berbeda antara pria dan wanita dalam keluarga
       Sebagai konsekuensinya, budaya yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula. Satu budaya mungkin mendukung kesamaan antara pria dan wanita, namun budaya lainnya tidak mendukung kesamaan tersebut. Dengan demikian budaya mendefinisikan atau memberikan batasan mengenai peran, kewajiban, dan tanggung jawab yang cocok bagi pria dan wanita.

10.  Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal hal Sosial Bermasyarakat
Masyarakat didefinisikan oleh Ralph Linton sebagai "setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas".
Terdapat hubungan dan saling mempengaruhi antara individu, masyarakat dan kebudayaannya. Individu, masayarakat dan kebudayaannya tak dapat dipisahkan. Hal ini sebagaimana Anda maklumi bahwa setiap individu hidup bermasyarakat dan berbudaya, adapun masyarakat itu sendiri terbentuk dari individu-individu. Masyarakat dan kebudayaan mempengaruhi individu, sebaliknya masyarakat dan kebudayaan dipengaruhi pula oleh individu-individu yang membangunnya.

11. Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal Sosial Cognitif
Kognitif diartikan sebagai kegiatan untuk memperoleh, mengorganisasikan dan menggunakan pengetahuan. sedangkan kebudayaan (culture) dalam arti luas merupakan kreativitas manusia (cipta, rasa dan karsa) dalam rangka mempertahankan kelangsunganhidupnya
a. Kecerdasan Umum
Kecerdasan umum merupakan tingakat IQ dalam suatu kebudayaan atau daerah secara umum. Menurut Mc. Shane dan Berry kecerdasan umum mempunyai suatu tinjauan yang cukup tajam terhadap terhadap tes kemampuan kognitif. Mereka menambahkan tentang deprivasi individu (kemiskinan, gizi yang rendah, dan kesehatan), disorganisasi budaya sebagai pendektan untuk melengkapi konsep G. jika disimpulkan beberapa hal yang memepengaruhi kemempuan kognitif seseorang bukanlah budaya yang ada pada lingkungan mereaka akan tetapi kemampuan ini dipengaruhi oleh faktor genetik, keadaan psikis, deprivasi individu dan disorganisasi budaya
b. Contextualized coqnition (Pengamatan kontekstual)
Secara garis besar Cole dan Scriber memberikan suatu metodologo dan teori tetang kontek kognisi. Teori dan metodologi tersebut diujikan untuk penghitungan kemampuan kognitif secara spesifik dalam suatu kontek budaya dengan menggunakan kontek kognisi yang di sebut sebagai Contextualized cognition. Untuk memperkuat pendekatan mereka, cole membuat suatu studi empiris dan tunjauan terhadap literatur.
Misalnya dalam budaya timur, asumsi stabilitas kepribadian sangatlah sulit diterima. Budaya timur melihat bahwa kepribadian adalah kontekstual (contextualization). Kepribadian bersifat lentur yang menyesuaikan dengan budaya dimana individu berada. Kepribadian cenderung berubah, menyesuaikan dengan konteks dan situasi.

12.  Persamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal Individual dan Kolektivitas
A.     Individual
 Diri individual adalah diri yang fokus pada atribut internal yang sifatnya personal; kemampuan individual, inteligensi, sifat kepribadian dan pilihan-pilihan individual. Diri adalah terpisah dari orang lain dan lingkungan.  Budaya dengan diri individual mendesain dan mengadakan seleksi sepanjang sejarahnya untuk mendorong kemandirian sertiap anggotanya. Mereka didorong untuk membangun konsep akan diri yang terpisah dari orang lain, termasuk dalam kerangka tujuan keberhasilan yang cenderung lebih mengarah pada tujuan diri individu
B.     Kolektif
Dalam konstruk diri kolektif ini, nilai keberhasilan dan harga diri adalah apabila individu tersebut mampu memenuhi kebutuhan komunitas dan menjadi bagian penting dalam hubungan dengan komunitas. Individu focus pada status keterikatan mereka (interdependent), dan penghargaan serta tanggung jawab sosialnya. Aspek terpenting dalam pengalaman kesadaran adalah saling terhubung antar personal. Dalam budaya diri kolektif ini, informasi mengenai diri yang terpenting adalah aspek-aspek diri dalam hubungan.